by

Komnas Haji Umrah Sarankan Kemenag Siapkan Protokol Umrah

Wisatahalal.com –  Ketua Komnas Haji Umrah, Mustolih Siradj menyarankan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan protokol umrah.

“Daripada menyiapkan skema Haji, Kemenag seharusnya segera menyiapkan protokol umrah, Sehingga ketika umrah dibuka semua sudah siap jamaah tinggal berangkat.” kata Mustolih Siradj, Jumat (28/8/2020).

Kemenag telah menyiapakan ancang-ancang tiga skenerio musim haji tahun mendatang terkait dengan pandaemi COVID-19.  Padahal musim haji masih lama, karena haji baru saja berlalu dan tahun ini tidak ada keberangkatan haji.

“Langkah ini sah-sah saja dilakukan sebagai bagian upaya dan tanggungjawab pemerintah lebih dini guna melindungi jemaah haji dari ancaman inveksi COVID-19,” katanya.

Namun begitu, mengingat musim penyelenggaraan ibadah haji masih cukup jauh, Mustolih justeru mendorong agar Kemenag memprioritaskan skema protokol dan skenario penyelenggaraan ibadah umrah yang sudah di depan mata. Karena menurut prediksinya dalam beberapa waktu dekat ini pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali pintu bandaranya.

“Tentu dibukanya ini untuk menyelenggarakan umrah dengan didorong oleh setidaknya dua indikasi,” katanya.

Pertama karena keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji terbatas yang dianggap sukses karena nol kasus COVID-19. Dan tetunya hal ini menjadi modal penting bagi negara para pangerang tersebut kepada masyarakat dunia bahwa mereka berhasil mengendalikan situasi.

Kedua umrah adalah salah satu tulang punggung perekonomian negara itu yang harus segera digerakkan karena sejak Maret awal tahun lalu jalur umrah ditutup. Tentu saja penutupan umrah sangat memukul perekonomian masyarakat di sana sehingga akan mendapatkan prioritas perhatian.

Mustolih mengatakan, pada saat yang sama pemerintah di sini juga berkepentingan untuk membangkitkan kembali sektor umrah yang lama telah terpukul dan terpuruk. Karenanya Kemenag sebagai leading sector penyelenggaraan umrah harus segara menetapkan dan menyiapkan aturan main penyelenggaraan umrah di tengah pandemi yang masih melanda.

Protokol tersebut mencakup dari sejak pendaftaran, manasik, pemberangkatan, prosesi pelaksanaan ibadah umrah sampai kembali ke tanah air. Protokol umrah sangat diperlukan oleh jamaah umrah dan penyelenggara sebagai kepastian hukum.

“Karena sampai sekarang belum juga kunjung terbit regulasi dari Kemenag soal umrah di tengah pandemi sebagai landasan hukum,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Kesehatan Haji menyatakan tengah menyusun pedoman kesehatan umrah dan haji di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut sehubungan kemungkinan dibukanya kembali pelaksanaan umrah oleh Kerajaan Saudi.

Apa saja syarat yang tengah digodok itu? Di antaranya adalah menjaga jarak, batasan umur, dan kebersihan penginapan serta pembatasan jumlah jamaah yang berangkat dan pembatasan waktu ibadah. “Protokol kesehatan umrah dan haji harus dilaksanakan bersama-sama oleh semua stakeholder demi melindungi seluruh umat Islam,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup pada Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, jika suda ada vaksin yang efektif mencegah COVID-19, tentu penyelenggaraan haji dan umrah yang merupakan prosesi berkumpulnya massa akan lebih aman. Karena vaksinnya belum ditemukan, jamaah harus patuh pada protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah.

Sementara ini, rincian protokol tersebut masih dimatangkan pihak terkait. Meski begitu pelaksanaan haji tahun ini yang baru saja selesai bisa jadi acuan. “Ini menjadi percontohan dunia, bahwa ibadah umat Islam yaitu haji menjadi acuan pelaksanaan mass gathering (kumpulan massa) dengan protokol kesehatan yang diterapkan dengan baik,” kata Eka sebagaimana dilansir dari lama gomuslim ( ia )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed